BBPJN Sumsel Tangani Ruas Musi Banyuasin-Musi Rawas


BARAK, (Sumsel)- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan (Sumsel) merespon positif kritik warga soal rusaknya jalan nasional Musi Banyuasin-Musi Rawas. Respon itu diwujudkan dalam bentuk perbaikan secara bertahap, terutama pada lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah.

PPK 1.4 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumsel selaku penyelenggara ruas, memastikan sejak 13 Januari 2026 lalu, penanganan secara bertahap mulai dilaksanakan disejumlah titik krusial.

"Titik awal penanganan dimulai dari lokasi krusial di Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Musi Rawas yang kerusakannya memang cukup parah dengan kondisi air menggenang pada sebagian besar badan jalan."

Demikian diungkapkan Kepala Satker PJN Wilayah I Sumsel melalui PPK 1.4 Fathur Rahman, kemarin.

Ia menjelaskan, pelaksanaan perbaikan saat ini berjalan paralel dengan persiapan non fisik seperti survey lapangan, mobilisasi peralatan dan personil, hingga pengangkutan material.

"Sampai saat ini, sudah 30 titik krusial ditangani untuk menjaga kondisi jalan tetap fungsional, dengan menutup lubang-lubang," jelasnya.

Kerusakan jalan disepanjang ruas Mangun Jaya-Muara Beliti, lanjutnya, terjadi dihampir sepanjang ruas. Sementara dikawasan Musi Banyuasin, kerusakan terparah terjadi di Ke Babat Toman dan Kec Sanga.

"Sedangkan di Musi Rawas, kerusakan terjadi disepanjang Desa Prabumulih, Semete, Semangus, Bingin Jungur, Petunang, Rengas hingga Simpang Muara Beliti. Perbaikan kami utamakan pada lokasi kerusakan paling parah," ungkapnya.

Fathur memastikan, pihaknya akan langsung memobilisasi peralatan dan material lengkap dengan personil jika terdapat kondisi darurat yang menimbulkan kemacetan, terlebih jika keadaan jalan hampir putus.

Tantangan yang dihadapi dalam penanganan ruas tersebut, katanya, cukup sulit. Selain kerusakan yang masif, keadaan cuaca juga mempengaruhi pekerjaan dilapangan.

Penanganan untuk membuat kondisi jalan tetap fungsional ini, paparnya, akan berlangsung hingga musim mudik lebaran berakhir.

"Baru kemudian penanganan permanen berupa rekonstruksi bisa dilaksanakan. Tahun ini ditargetkan ada sekitar 500 meter yang bisa direkonstruksi, baik menggunakan rigid pavement maupun perkerasan aspal," tandasnya dilansir rri, Selasa (03/02/2026).* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM