BPJN Aceh Kerahkan Seluruh Sumberdaya Pulihkan Infrastruktur Pasca Bencana
BARAK, (Aceh)- Dalam upayanya memulihkan infrastruktur yang hancur akibat bencana banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan jajaran Satker/PPK dibawahnya mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Hasilnya, sejumlah ruas jalan dan jembatan nasional yang sempat terputus, seperti di Aceh Tamiang, Aceh Kuala, Blangkejeren, dan Takengon yang sebelumnya tidak bisa dilalui, kini sudah bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan logistik.
Setelah upaya perbaikan dilakukan secara intensif, jalur Aceh Tamiang menuju Medan maupun Lhokseumawe sudah tersambung, dan distribusi logistik pun sudah kembali lancar, walaupun sebelumnya sempat terjadi kelangkaan bahan bakar.
Upaya pembukaan akses selanjutnya juga dilakukan pada ruas menuju Blangkejeren dari sisi Kutacane, dan Takengon melewati Pameu.
"Semua alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan. Jembatan sementara juga sudah dilapangan, termasuk bantuan dari penyedia jasa lokal dan nasional. Seluruh sumber daya sudah dikerahkan," terang Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, kemarin.
Ia berharap, koordinasi yang intens dan kerjasama tim yang baik bisa membuat seluruh jalur yang terputus segera tersambung dalam waktu yang tidak terlalu lama.
"Selain memudahkan distribusi logistik dan bantuan bagi masyarakat terdampak, tersambungnya seluruh akses yang terputus juga sangat penting untuk pemulihan kegiatan perekonomian masyarakat," ungkapnya.
Aktivitas keseharian masyarakat, katanya, harus sesegera mungkin dikembalikan seperti semula, agar kegiatan ekonomi berjalan normal.
"Hal itulah yang kami upayakan dengan mensegerakan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang sempat terputus. Hingga saat ini tim kami dilapangan masih terus bekerja penuh waktu," ujarnya.
Diketahui, hingga saat ini hanya jalur lintas tengah Aceh yang belum tersambung seluruhnya, karena masih ada jembatan terputus yang belum tersambung. Meski demikian, BPJN Aceh telah memobilisasi Jembatan Bailey untuk jembatan sementara, hingga nanti jembatan utama selesai dipulihkan.
Perbaikan badan jalan yang ambles dan jembatan putus terus dikebut. Hasilnya, jalur Simpang Uning-Blangkejeren sudah bisa dilewati walaupun masih sebatas kendaraan kecil.
Sementara akses dari Genting Gerbang-Celala hingga Batas Aceh Tengah/Nagan Raya masih diupayakan penyelesaian akses menuju Jembatan Kr. Beutong yang ditaksir rampung sekitar 17 Desember 2025 ini.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar