BBPJN Sumut Teken Kontrak Tiga Paket Preservasi
BARAK, (Sumut)- Imbas bencana alam banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membuat sejumlah infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan nasional mengalami kerusakan parah.
Pasca bencana hingga saat ini, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut terus melakukan penanganan pada sejumlah ruas vital secara permanen.
Diantara yang tengah menjadi perhatian serius, yakni ruas Batangtoru-Singkuang sepanjang 4,2 Km.
Selain itu ruas Sibolga-Tarutung sepanjang 59,42 Km meter juga menjadi perhatian serius.
Pengembalian kondisi jalan terus dilakukan, termasuk pembuatan saluran air sepanjang 125 meter, mulai dari STA 05+275 hingga STA 05+400 di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis.
Upaya peningkatan kualitas layanan jalan dan jembatan pun semakin terlihat seiring ditandatanganinya tiga paket kontrak preservasi pada 02 Maret 2026 kemarin.
Paket-paket itu terdiri atas ruas W.R.Supratman (Rantau Prapat)-Jalan Lingkar Rantau Prapat-Batas Provinsi Riau, ruas SP Kota Pinang-Gunung Tua-Simpang Pal XI, dan ruas Batas Kota Tebing Tinggi-Lingkar Luar Rantau Prapat-Parapat.
Paket-paket tersebut masing-masing menjadi kewenangan PPK 1.2, 1.4 dan 1.5 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumut.
BBPJN Sumut menegaskan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Balai dan jajaran dalam meningkatkan kualitas layanan jalan nasional dalam rangka mendukung konektivitas, menjaga keselamatan pengguna jalan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.* (Barak)



Komentar
Posting Komentar