Presiden Sebut Dirjen CK & SDA Kementerian PU Dipecat Karena "Nakal"
BARAK, (Jakarta)- Dua Direktur Jenderal (Dirjen) pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yakni Dirjen Cipta Karya (CK) "DC", dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) "DP" disebut Presiden Prabowo Subianto dipecat karena "nakal".
Hal itu diungkapkan Presiden saat wawancara dengan sejumlah tokoh nasional di kediamannya, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar), beberapa waktu lalu.
"Saya lihat beberapa Menteri sudah mulai berbenah. Ada yang kelihatan soft, tapi tegas. Dirjen yang "nakal-nakal" langsung dipecat," katanya.
Presiden pun menegaskan, pemerintahnya akan menindak tegas pejabat yang nakal.
Sebelumnya, Menteri PU, Dody Hanggodo menyebut, dirinya sempat mendapat telepon dari Presiden usai dua Dirjen-nya mengundurkan diri. Menteri menyebut, Presiden mengapresiasi langkah yang diputuskan kementeriannya.
Dody menjelaskan, kedua Dirjen-nya tersebut sebenarnya sudah memutuskan mengundurkan diri saat proses internal di Kementerian PU. Mereka memilih mengundurkan diri sebelum diberhentikan dengan tidak hormat.
Pengunduran diri dua Dirjen itu disebut berkaitan dengan temuan dugaan kerugian negara sekitar Rp 1 triliun dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sebenarnya, lanjutnya, surat dari BPK per Agustus 2025, namun secara fisik baru diterima oleh Kementerian PU pada 03 Maret 2026.
Dalam suratnya, BPK meminta Kementerian PU membentuk tim ad hoc, baik ditingkat pusat maupun pada Balai, Satker/PPK, sekaligus mengaktifkan kembali Komite Audit.
"Kita akan kejar, mudah-mudahan dalam waktu 60 hari sejak menerima surat dari BPK, kami bisa memberikan jawaban yang positif," ungkapnya.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar