BPJN Kaltara Kemana...? Jalan Nasional di Tayan Tak Pernah Disentuh


BARAK, (Kaltara)- Sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, kisah pilu masih terus membelenggu kehidupan warga Krayan Tengah dan Timur di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Pasalnya, sejak jaman dulu, warga tak pernah diberikan akses jalan seperti dibelahan lain Indonesia.

Hasilnya, hingga kini aktifitas keseharian warga masih berupa pergumulan dengan jalan berlumpur dan jembatan kayu gelondongan yang sudah rapuh.

Mirisnya, ruas jalan Malinau-Semamu-Binuang di Krayan Tengah hingga Long Umung di Krayan Timur, sejak lama menjadi kewenangan pemerintah pusat lewat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara.

Tak ayal, kondisi tersebut membuat warga hidup tersandera dalam ketertinggalan ditengah belantara.

Tak tinggal diam, Camat Krayan Tengah, Marjuni pun sudah melakukan berbagai upaya, termasuk menyurati Pemprov Kaltara dan BPJN Kaltara, agar jalur transportasi utama warga itu bisa segera ditangani. Namun sayangnya hingga saat ini, harapan itu belum juga terwujud.


Marjuni menjelaskan, pihaknya telah menyurati BPJN Kaltara untuk membangun ruas jalan Ba'liku di Krayan Tengah menuju Long Umung di Krayan Timur. Jalan yang masih berupa tanah berlumpur tersebut, semakin tak berbentuk akibat curah hujan tinggi sejak Januari 2026 lalu.

"Hujan sejak Januari hingga Maret 2026, telah membuat jalan dan jembatan pada jalan nasional mengalami kerusakan parah," ungkapnya, Rabu (01/04/2026).

Praktis, jalan Ba'liku-Long Umung kini hanya dapat di lintasi oleh kendaraan roda dua.

"Ada empat titik jembatan yang terbuat dari kayu kondisinya sudah sangat rapuh, bahkan ambles. Kami mohon kepada BPJN Kaltara dibawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), agar jalan dan jembatan kewenangan pemerintah pusat itu diperbaiki," harapnya.

Selain sebagai urat nadi perekonomian warga, lanjutnya, jalan Ba'liku-Long Umung sendiri merupakan satu-satunya jalur bagi anak sekolah yang menempuh pendidikan menengah di SMAN dan SMKN Krayan di Long Bawan.

"Kami mohon pemerintah pusat mendengar harapan masyarakat. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat dalam kesehariannya," tandasnya dilansir radartarakan, kemarin.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Komitmen DJBM Kementerian PU Hadirkan Layanan Infrastruktur Andal Selama Mudik Idul Fitri 1447 H/ 2026

Bedah Kasus "Mundur-Paksa" Dirjen CK & SDA Kementerian PU