BPJN Kalteng Terus Tangani Ruas di Katingan Hulu
BARAK, (Kalteng)- Kondisi cuaca yang tidak menentu, dibarengi anggaran yang terbatas, membuat sejumlah Balai Besar dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di seluruh Indonesia kesulitan menangani kerusakan pada ruas jalan nasional, terutama pada titik-titik kerusakan krusial yang menyedot banyak anggaran.
Disatu sisi Balai, Satker dan PPK harus memastikan pemeliharaan jalan dan jembatan tetap dilaksanakan sepanjang tahun, dan di sisi lain harus pandai-pandai mengatur, agar anggaran yang tersedia bisa juga digunakan untuk menangani kerusakan berat, termasuk penanganan sementara kerusakan akibat bencana.
Hal itu setidaknya tergambar dari penanganan ruas jalan nasional di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dengan segala sumber daya yang tersedia, Balai dituntut bisa menangani semua kerusakan yang terjadi, termasuk kerusakan berat yang terjadi pada ruas jalan nasional Tumbang Samba-Tumbang Hiran hingga Tumbang Sanaman.
Kepala BPJN Kalteng, Robert Himawan Hamiseno mengungkapkan, pihaknya telah menggelar audiensi dengan masyarakat pengguna jalan.
"Warga meminta beberapa titik kerusakan segera ditangani, karena kerusakan sudah cukup parah," ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Ia menjelaskan, sejatinya penanganan sudah mulai dilaksanakan sejak awal tahun. Namun karena kendala cuaca, maka pekerjaan pun harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.
"Tahun ini, kami akan melakukan pengaspalan sekitar 2,3 Km, dan selebihnya akan dilakukan pemeliharaan rutin untuk menjaga kondisi jalan tetap fungsional sepanjang tahun," terangnya.
Pemeliharaan, tambahnya, dilakukan dengan cara meratakan jalan tanah, pemasangan box culvert dan pemasangan rambu disejumlah titik untuk menjamin keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Diketahui, TA 2026 ini, BPJN Kalteng mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 36 miliar untuk penanganan ruas Tumbang Samba-Tumbang Hiran hingga Tumbang Sanaman.
"Anggaran itu mencakup pekerjaan pengaspalan, pemasangan box culvert di lima lokasi, pemasangan aramco pada 30 jembatan kayu, serta pemeliharaan rutin jalan dan jembatan agar tetap fungsional sepanjang tahun," tegasnya.
Sementara itu, kebutuhan anggaran bagi penanganan ruas Tumbang Samba-Tumbang Hiran hingga Tumbang Sanaman, masih membutuhkan anggaran cukup besar, yakni sekitar Rp 1 triliun secara keseluruhan.
"Itupun belum termasuk untuk pembukaan jalan tembus ke Kalimantan Barat (Kalbar) dan pembangunan jembatan. Keterbatasan anggaran membuat penanganan jalan sepanjang 90 Km ini harus dilakukan secara bertahap dengan prioritas titik-titik krusial," tandasnya.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar