BBPJN Sumut Terapkan Teknologi Asbuton Pracampur PG 70 Sepanjang 13 Km Pada Ruas W.R Supratman-Batas Riau

Preservasi Ruas Pangkalan Susu-Tanjung Pura-Batas Kota Binjai & Pelebaran Menambah Lajur Ruas Sei Buluh-Sei Rampah Terus Berjalan


BARAK, (Sumut)- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut) dan jajaran Satker/PPK terkait terus berinovasi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan jalan dan jembatan nasional yang menjadi kewenangannya.

Salah satunya melakukan trial compaction asbuton pracampur PG 70 pada ruas jalan W.R Supratman (Rantau Prapat)-Jalan Lingkar (Rantau Prapat)-Batas Provinsi Riau sepanjang 13 Km.

Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas hamparan aspal sebelum pekerjaan utama dilaksanakan secara penuh.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk menentukan kombinasi terbaik antara suhu pencampuran, jumlah lintasan alat pemadat, dan kepadatan campuran agar hasil perkerasan memenuhi spesifikasi teknis, serta memiliki daya tahan optimal terhadap lalu lintas dan cuaca.


Tim lapangan melakukan penghamparan percobaan menggunakan asphalt finisher yang dilanjutkan dengan pemadatan menggunakan tandem roller dan pneumatik tire roller.

Setiap lintasan pun diuji menggunakan pengukuran temperatur, termasuk ketebalan dan kepadatan untuk memastikan hasilnya memenuhi standar mutu sesuai target rencana.

Uji pemadatan diyakinkan menjadi bagian dari komitmen menghadirkan jalan nasional yang lebih mantap, aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.

Dengan penerapan teknologi asbuton pracampur PG 70, diharapkan struktur perkerasan menjadi lebih kuat, tahan deformasi, dan memiliki umur layanan yang lebih panjang.

Preservasi Ruas Pangkalan Susu-Tanjung Pura-Batas Kota Binjai


Bagian dari upaya menjaga kemantapan sekaligus meningkatkan kualitas layanan jalan dan jembatan nasional, BBPJN Sumut dan jajaran terus melaksanakan pekerjaan preservasi pada ruas Pengkalan Susu-Tanjung Pura-Batas Kota Binjai dengan skema Multy Years Contract (MYC) TA 2025-2027.

Pekerjaannya sendiri meliputi penanganan perkerasan dan pemeliharaan rutin dengan memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan untuk menjaga kondisi jalan tetap mantap.

Ruas Pangkalan Susu-Tanjung Pura-Batas Kota Binjai sendiri merupakan jalur strategis penghubung antar kawasan, yang sangat penting bagi distribusi logistik di Provinsi Sumut. Karenanya, BBPJN Sumut dan jajaran harus melakukan berbagai langkah inovatif, agar jaringan jalan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Melalui serangkaian pekerjaan preservasi yang dilakukan secara bertahap dengan menerapkan standar teknis, pengawasan mutu, dan keselamatan kerja, jalan yang dibangun diharapkan membawa nilai manfaat maksimal bagi masyarakat secara luas.

Pelebaran Menambah Lajur Ruas Sei Buluh-Sei Rampah 1,5 Km


Upaya lain yang juga terus dilakukan BBPJN Sumut dan jajaran untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan jalan nasional di Provinsi Sumut, yakni Pelebaran Menambah Lajur ruas Sei Buluh-Sei Rampah sepanjang 1,5 Km.

Pekerjaan yang dilaksanakan sejak Maret lalu ini diharapkan bisa selesai tepat waktu pada November 2026 nanti, agar potensi kemacetan yang selama ini membayangi seiring peningkatan kapasitas kendaraan yang melintas, segera teratasi.

Pekerjaan pun dilaksanakan secara bertahap sesuai spesifikasi teknis dengan tetap memperhatikan aspek mutu, keselamatan konstruksi dan kelancaran arus lalu lintas selama proses pekerjaan berlangsung.

Dari berbagai upaya dan langkah-langkah inovatif yang terus dijalankan, BBPJN Sumut dan jajaran menyiratkan komitmen yang kuat dalam penyediaan layanan infrastruktur jalan yang andal, aman dan nyaman sesuai target kerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU).* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

Komitmen DJBM Kementerian PU Hadirkan Layanan Infrastruktur Andal Selama Mudik Idul Fitri 1447 H/ 2026