Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Lapor Bapak Presiden: Anggaran Diblokir, Kelak Butuh Puluhan Triliun Biaya Pengembalian Kondisi Jalan

Gambar
Catatan Redaksi KERUSAKAN yang terjadi pada ruas jalan nasional di hampir seluruh wilayah Indonesia, saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Meskipun belum berada pada titik kemantapan terendah, namun jika terus dibiarkan tanpa penanganan yang berarti, bukan tidak mungkin dalam satu atau dua bulan kedepan, kondisi jalan nasional di negeri ini akan berada pada titik terendah sepanjang sejarah. Musim hujan yang masih terus berlanjut dengan intensitas tinggi dihampir seluruh pelosok negeri, menimbulkan tanah longsor hingga mengakibatkan fungsi jalan dan jembatan terganggu, bahkan sampai terputus total. Air hujan yang tidak tertampung saluran samping (drainase- red), tidak hanya sebatas mengalir diatas badan jalan, tapi bahkan menggenang hingga merusak konstruksinya. Alhasil kerusakan-kerusakan baru pun terus bermunculan seiring waktu. Para penyelenggara jalan pun tak bisa berbuat banyak, lantaran ketiadaan anggaran untuk pemeliharaan. Personel terdepan penyelenggara jalan nasional hanya bis...

Kerusakan Jalan di Aceh Tenggara Ditangani Sementara

Gambar
BARAK, (Aceh)- Keluhan warga dan pengendara atas kondisi jalan nasional yang mengalami kerusakan cukup parah disekitaran Desa Kuning hingga Biakmuli, Aceh Tenggara, kini mendapat perhatian dari jajaran Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Aceh. Penanggungjawab ruas Aceh-Sumut di Aceh Tenggara, Jaya menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penanganan sementara untuk menjaga jalan tetap fungsional dan tidak membahas masyarakat pengendara. "Untuk sementara sudah kami lakukan penanganan sementara berupa holding menggunakan material base A dan penutup lubang menggunakan material cor-an," ujarnya kepada barak-indo, Selasa (28/01/2025) kemarin. Penanganan ini, lanjutnya, hanyalah sementara sambil menunggu anggaran bisa digunakan. Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jalan nasional yang mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari Desa Lawe Dua, Titi Pasir, Suka Makmur, Batu Dua Ratus, Lawe Tua, Lawe Sigala II, Kayu Mblein, Lawe Loning I, Bukit Merdeka, Sabilussalam, Kuta...

Jalan Rusak di Tanjung Morawa Sudah Ditangani Sejak Sabtu Lalu

Gambar
BARAK, (Sumut)- Rencana class action yang hendak dilayangkan Yayasan Acantica Sumut langsung direspon positif oleh jajaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut). Sebelumnya Sekretaris Acantica, Mustarum, SH mengatakan, pihaknya akan melayangkan class action agar kerusakan pada ruas jalan nasional di Tanah Morawa mendapat perhatian serius dari jajaran BBPJN Sumut. Terkini, redaksi barak-indo mendapat informasi, bahwa titik kerusakan yang sempat menyebabkan kecelakaan tersebut sudah ditangani oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Sumut. Hal itu diungkapkan Kepala Satker PJN Wilayah IV Sumut, Rahmat Parulian dalam keterangan persnya, Rabu (29/01/2025). "Kerusakan di Tanjung Morawa sudah langsung kami tangani pada Sabtu 25 Januari 2025 kemarin," ujarnya. Kerusakan dilokasi tersebut, lanjutnya, merupakan kerusakan baru yang muncul akibat intensitas hujan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini. "Kami pun tidak hanya mem...

Jalan Rusak Makan Korban, Acantica Siap Class Action

Gambar
BARAK, (Sumut)- Prihatin kerusakan jalan nasional sampai memakan korban jiwa, elemen masyarakat yang tergabung dalam Yayasan Acantica berencana melakukan class action ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) C/q Ditjen Bina Marga (DJBM) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut). Objek yang dipersoalkan Acantica, yakni kerusakan jalan nasional di sekitaran kawasan Tanjung Morawa. Sekretaris Yayasan Acantica Sumut, Mustarum, SH mengatakan, upaya hukum berupa class action ke Kementerian PU ini merupakan salah satu langkah agar BBPJN Sumut segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak hingga memakan korban jiwa. "Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka akan banyak korban berjatuhan. Sebab, hingga saat ini BBPJN Sumut belum menunjukkan respon positif atas peristiwa yang terjadi di Jalinsum Tanjung Morawa tersebut," ujarnya dilansir viva.co, Senin (27/01/2025) kemarin. Diketahui, beberapa waktu lalu, seorang anggota TNI, Arfan K Sitepu, terpaksa harus ke...

Jalan Nasional di Aceh Tenggara Masih Rusak Parah

Gambar
BARAK, (Aceh)- Hingga saat ini, kondisi jalan nasional penghubung Aceh-Sumut disekitaran Desa Kuning, Biakmuli masih rusak parah. Kerusakan sama pun terjadi disekitaran Desa Lawe Dua, Titi Pasir, Suka Makmur, Batu Dua Ratus, Lawe Tua, Lawe Sigala II, Kayu Mblein, Lawe Loning I, Bukit Merdeka, Sabilussalam, Kuta Tengah dan lainnya. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan jajaran selaku penanggungjawab ruas nampaknya belum juga mengambil sikap untuk memperbaikinya. Akibatnya, masyarakat pengendara pun kesulitan melintas di jalan yang bertabur lubang tersebut. Ahmad, salah seorang pengendara mengatakan, selama ini BPJN Aceh lewat PPK/Satker terkait kurang perhatian terhadap jalan nasional di Aceh Tenggara. "Buktinya, dari tahun ke tahun jalan diperbaiki, tapi tak pernah tuntas," ujarnya dilansir tribungayo, Minggu (26/01/2025) kemarin. Tak hanya badan jalan yang kurang diperhatikan, warga bahkan memprotes kondisi saluran drainase yang tidak dirawat dan seakan dibiarkan ...

Masa Pemeliharaan, Paket Trans Sulawesi di Sulbar Senilai Rp 214,8 Miliar Rusak

Gambar
BARAK, (Sulbar)- Kerusakan yang terjadi pada ruas jalan nasional Trans Sulawesi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar) mengejutkan publik. Pasalnya jalan tersebut baru saja dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp 214,8 miliar. Kerusakan parah terdeteksi disekitaran Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong pada Sabtu (25/01/2025) kemarin. Kepala Pelaksana Proyek PT Bumi Karsa, H Rahman, selaku kontraktor pelaksana paket Trans Sulawesi di Sulbar mengaku, kerusakan terjadi bukan karena kesalahan konstruksi, tapi murni akibat bencana alam. "Kerusakan terjadi akibat faktor alam, karena belakangan ini intensitas hujan cukup tinggi," ujarnya dilansir tribun-sulbar, Minggu (26/01/2025). Ia menjelaskan, merujuk pada informasi dari warga sekitar, kawasan disekitaran jalan yang mengalami kerusakan memang rawan longsor, terutama saat musim penghujan. Untuk menangani kerusakan yang ada, pihaknya pun langsung menurunkan alat berat, karena proyek masih dalam masa perbaikan.* (Bara...

BPJN Maluku Capai Kinerja Terbaik

Gambar
BARAK, (Maluku)- Awal tahun 2025 ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku dan jajaran menunjukkan kinerja terbaik. Hal itu setidaknya tergambar dari prosentase kemantapan jalan nasional di Provinsi Maluku yang saat ini sudah mencapai 96,29 persen. Capaian itu pun akan terus meningkat seiring penanganan yang terus di lakukan. Diketahui, BPJN Maluku menangani jalan nasional sepanjang 1.850 lebih. Jalan tersebut tersebar disejumlah wilayah seperti Ambon, Seram, Yamdena, Kei, Buru, dan beberapa lokasi lainnya. Kepala Seksi Preservasi pada BPJN Maluku, Judith Wattimury mengungkapkan, capai kinerja yang baik ini merupakan hasil dari kerjasama tim yang baik. "Kami komitmen menyediakan layanan infrastruktur yang terbaik untuk mendukung mobilitas orang, barang dan jasa di Maluku,' ujarnya. Meski demikian, saat ini BPJN Maluku masih memiliki pekerjaan rumah untuk menangani beberapa titik jalan yang rusak. Pasalnya masih tersisa sekitar 9,4 Km jalan yang mrngalami kerusakan cu...

Pasca Banjir, BBPJN Sulsel Tangani Ruas Pangkep-Barru-Parepare

Gambar
BARAK, (Sulsel)- Sepi dari pemberitaan media massa, rupanya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel) sibuk menangani kerusakan jalan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Sumsel pada 21 Desember 2024 lalu. Tak terkecuali dengan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sulsel. Lewat PPK 3.3, dalam beberapa waktu belakangan ini, jajaran BBPJN Sulsel tersebut fokus menangani kerusakan jalan, agar tidak membahayakan masyarakat pengendara. Seperti diketahui, sejak 18 Desember 2024 lalu, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Sulsel, tak terkecuali wilayah Kabupaten Pangkep dan Barru. Puncaknya pada 21 Desember 2024, banjir parah pun melanda kawasan Pangkep, Barru hingga Parepare. Akibatnya, setidaknya terdapat 25 titik jalan nasional koridor Pangkep-Barru-Parepare yang ikut terendam, hingga akhirnya menimbulkan kerusakan cukup parah. Balai pun langsung memerintahkan Satker dan PPK untuk segera mengambil tindakan penyelamatan, ...

PJN I Jateng Tangani Ruas Pantura Batang-Pekalongan

Gambar
BARAK, (Jateng)- Musim hujan ditambah tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat dalam beberapa waktu belakangan ini, menimbulkan kerusakan baru pada sejumlah ruas jalan nasional. Tak terkecuali pada ruas jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng), seperti Batang-Pekalongan. Tak ingin kerusakan yang ada menjadi ancaman bagi masyarakat pengendara, PPK 1.2 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Jateng pun mengambil sikap cepat menyiapkan bahan material untuk memperbaiki semua kerusakan yang terjadi. PPK 1.2 PJN I Jateng, Christianto Yudha mengatakan, curah hujan tinggi yang berbarengan dengan banyaknya kendaraan Over Load Over Dimension (Odol), memunculkan lubang-lubang baru yang berpotensi mengancam keselamatan pengendara. "Mengantisipasi hal itu, kami telah menyiapkan dua Sapu Lobang (Salob) untuk memperbaiki semua kerusakan pada jalur Batang-Pekalongan," ujarnya. Untuk tahap awal ini, katanya, pihaknya telah menyiapkan sekitar 2.000 ton as...

Hadang Angkutan Sawit, Warga Tanam Sawit Ditengah Jalan

Gambar
BARAK, (Kubar)- Gerah dengan aktivitas kendaraan angkutan Crude Palm Oil (CPO) yang merusak jalan umum, warga Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memblokir jalan dengan menanam pohon sawit ditengah badan jalan. Menurut warga, setidaknya ada tiga perusahaan sawit yang mengangkut hasil produksinya berupa CPO lewat jalan umum, terdiri atas PT Panggiono Group, Kruing Lestari Jaya, dan PT Ketapang Agro Lestari. Akibatnya, jalan yang menjadi urat nadi jalur perekonomian warga pun jadi hancur. Tak ingin kendaraan perusahaan-perusahaan sawit perusak fasilitas umum itu bebas berkeliaran, warga pun memblokir jalan dengan menanam pohon sawit di dua titik untuk menghalau kendaraan CPO, dan hanya kendaraan umum yang diperbolehkan melintas. Aksi yang dilakukan warga pada Senin (20/01/2025) itupun mendapatkan dukungan dari masyarakat pengendara yang sejatinya sudah lama memendam keresahan akibat aktivitas kendaraan CPO. Dalam aksinya, warga menuntut perusahaan sawit bertanggungjawab memperba...

Kualitas Paket Sungai Raya-Natai Panjang Diragukan

Gambar
BARAK, (Kalbar)- Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan paket jalan dan jembatan Melawi 2-Sungai Raya-Natai Panjang yang tak mampu bertahan sesuai umur rencana. Pasalnya, jalan yang baru selesai masa pemeliharaan pada sekitaran Desember 2024 tersebut, saat ini sudah mengalami kerusakan cukup parah dengan belasan titik aspal ambles dan berlubang. Diketahui, paket peningkatan jalan jembatan Melawi 2-Sungai Raya-Natai Panjang dikerjakan oleh PT Eriamakmur bersama konsultan PT Bahana Citra Khatulistiwa dan PT Transka Drama Konsultan dengan kontrak bernomor 17/PKS/HK 02.01/Bb.20.01/BB.20.6.3/2023 tertanggal 14 Agustus 2023 senilai Rp 39,6 miliar. Pekerjaan dilaksanakan selama 147 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Hendra, salah seorang warga setempat menyesalkan kualitas pekerjaan yang jauh dari harapan masyarakat. "Sangat disayangkan, pekerjaan dengan anggaran besar namun hasilnya kurang mutu, dan rusak hanya seumur jagung," ujarnya dilansir newsata...

PJN I Maluku Langsung Tangani Kerusakan Pada Ruas Waipirit-Piru

Gambar
BARAK, (Maluku)- Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I dibawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku merespon baik informasi yang diperoleh dari masyarakat terkait kerusakan pada ruas jalan nasional Waipirit-Piru. Hal itu terlihat dari respon cepatnya dalam menangani kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat pengendara pada ruas jalan utama di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tersebut. Kepala Satker PJN Wilayah I Maluku, Bagus menjelaskan, sejak beberapa hari yang lalu pihaknya sudah mulai melakukan penanganan dengan metode penambalan (patching- red) disejumlah titik. "Sejak beberapa hari lalu tim kami sudah aksi dilapangan. Jika cuaca mendukung, bisa dipastikan semua kerusakan sudah bisa diperbaiki dalam waktu dua atau tiga hari kedepan," jelasnya dalam keterangan resmi yang diperoleh barak-indo, Senin (20/01/2025). Kerusakan, lanjutnya, umumnya terjadi akibat cuaca hujan dalam beberapa waktu belakangan ini. "Kami komi...

287 Lubang Bertaburan di Jalan Nasional Waipirit-Piru

Gambar
Kinerja BPJN Maluku Dipertanyakan...? BARAK, (Maluku)- Kondisi terkini jalan nasional Waipirit-Piru kini memperihatinkan dengan ratusan lubang bertaburan dijalan sepanjang 39 Km tersebut. Publik pun mempertanyakan kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku dan jajaran yang lamban menangani kerusakan yang terjadi. Selain itu, publik mengkhawatirkan keselamatan masyarakat pengendara yang setiap hari melintas dijalan nasional itu. Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Jais Ely sendiri, mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak BPJN Maluku, agar segera memperbaiki kerusakan yang ada. "Yang rusak itu jalan nasional. Kami akan segera mengkoordinasikan dengan pihak Balai untuk segera diperbaiki," ungkapnya. Layaknya dilansir tribunnews Sabtu (18/01/2025) kemarin, setidaknya terdapat sekitar 287 lubang yang bertebaran disepanjang ruas Waipirit-Piru. Banyaknya lubang membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas, agar tidak celaka karena jalan rusak. Dari 287 luba...

Gesitnya BPJN Lampung Tangani Ruas Bukit Kemuning-Terbanggi Besar

Gambar
BARAK, (Lampung)- Tak ingin ruas jalan yang menjadi kewenangannya berbahaya bagi masyarakat pengendara, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung pun bertindak cepat memperbaiki setiap kerusakan yang bermunculan seiring musim penghujan dalam beberapa waktu belakangan ini. Seperti halnya yang dilakukan PPK 2.5 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Lampung yang menunjukkan kegesitan memastikan penanganan ruas Bukit Kemuning-Terbanggi Besar dilakukan dengan baik dan cepat. PPK 2.5 PJN II Lampung, Fiddin Ichwanul Alhaz mengungkapkan, sejatinya ruas Bukit Kemuning-Terbanggi Besar sudah zero lubang saat musim mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 kemarin. "Tapi tingginya intensitas hujan ditambah banyaknya kendaraan Odol yang melintas, membuat kerusakan kembali bermunculan disejumlah titik," ujarnya. Hal itu pun dibenarkan oleh Kepala Satker PJN Wilayah II Lampung, Toto Suharto kepada barak-indo, Sabtu (18/01/2025). "Maraknya kendaraan Odo...

Kendaraan Odol Masih Jadi Ancaman Nyata Bagi Jalan Nasional di Kaltim

Gambar
BARAK, (Kaltim)- Hingga saat ini, kendaraan Over Dimension Over Load (Odol) masih menjadi ancaman nyata bagi penyelenggaraan jalan dan jembatan nasional di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Masih banyaknya kendaraan Odol yang berkeliaran di jalan-jalan utama, mempercepat penurunan kualitas jalan. Susah payah jalan dibangun, namun begitu mudahnya dirusak oleh palaku usaha nakal yang mengoperasikan kendaraan melebihi batas Muatan Sumbu Terberat (MST) jalan. Dampak buruk yang timbul akibat kendaraan Odol setidaknya terlihat dari rusaknya jalan nasional ruas Samarinda-Kutai Barat. Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik yang turun langsung meninjau kondisi ruas sepanjang 310 Km dari Loa Janan hingga Mahakam Ulu,  mengungkapkan keperihatinannya atas kondisi tersebut. "Kerusakan ini sangat merugikan masyarakat, karena menghambat mobilitas dan meningkatkan biaya logistik. Perlu secepatnya ada dialog dengan perusahaan yang menggunakan angkutan berat, agar ada solusi untuk mengatasinya," uj...

BPJN Aceh Perlu Tegur Satker/PPK Terkait

Gambar
BARAK, (Aceh)- Parahnya kerusakan pada ruas jalan nasional di kawasan Desa Kuning, Lawe Dua, Batu Dua Ratus, dan Lawe Sigala-gala hingga Biakmuli, Aceh Tenggara (Agara) membuat publik menyangsikan kinerja satker dan PPK terkait dibawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. "Kalau sejak awal terjadinya kerusakan langsung ditangani seperti yang dilakukan Satker/PPK lain, kami yakin kerusakannya tidak akan separah itu," ujar Koordinator Divisi Investigasi dan Pelaporan Barak, M. Deddy H, Kamis (16/01/2025). Ia pun meminta Kepala BPJN Aceh turun lapangan untuk melihat langsung kerusakan yang terjadi, agar bisa ditentukan langkah penanganan yang tepat. "Itu harus segera ditangani. Jangan sampai menunggu korban berjatuhan dulu. Balai lain bisa menyelesaikan persoalan seperti itu dalam waktu tidak terlalu lama, dan kami yakin BPJN Aceh pun bisa melakukan hal yang sama," ungkapnya. Sebelumnya dikhabarkan, jalan nasional penghubung Gayo Lues-Aceh Tenggara-Sumut menga...

Jalan Nasional di Aceh Bertabur Lubang

Gambar
BARAK, (Aceh)- Kian hari kondisi ruas jalan nasional Aceh Tenggara (Agara) menuju Sumatera Utara (Sumut) semakin memperihatinkan. Tingginya intensitas hujan semakin menambah parah kerusakan pada badan jalan utama tersebut. Lubang berbagai ukuran seakan menjadi pemandangan yang biasa bagi masyarakat pengendara. Kondisi jalan semakin berbahaya saat air hujan menggenangi lubang, sehingga menyulitkan pengendara menghindari setiap lubang yang dilewati. Kerusakan parah itu setidaknya terdapat disekitar Desa Kuning, Kecamatan Bambel, kawasan Lawe Dua, Batu Dua Ratus, Lawe Sigala-gala, Kota Kutacane hingga Biakmuli. Jupri Yadi, salah seorang tokoh masyarakat Agara seperti dilansir tribunnews mengungkapkan, kondisi jalan yang seperti itu dapat membahayakan masyarakat pengendara, termasuk mempercepat kerusakan onderdil kendaraan. "Penanganan jalan tak pernah tuntas. Ini harus segera diperbaiki, terlebih saat hujan lubang jadi tergenang air, membahayakan keselamatan pengendara," ujarnya...

Jalan Nasional Tanah Karo-Agara Rusak Parah

Gambar
BARAK, (Sumut)- Masyarakat Tanah Karo di Sumatera Utara (Sumut) dan Kutacane, Aceh Tenggara, mengeluhkan kondisi jalan nasional penghubung Sumut-Aceh di sekitaran kawasan Kinangkong, Tanah Karo. Keluhan itu disampaikan lantaran kondisi jalan yang bertabur lubang dan berubah seperti kubangan kerbau saat musim penghujan. Selain itu, pada salah satu titik dikawasan Kinangkong juga terdapat titik ambles hingga memakan hampir separuh badan jalan. Kondisi itu membuat pengendara kesulitan melintas, dan harus mengantri saar berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan. Kerusakan pada ruas jalan itu disebut sudah terjadi sejak lama. Penanganan yang dilakukan pun baru sebatas pemeliharaan rutin pada titik-titik yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat pengendara. Masyarakat pun berharap pihak terkait segera menangani kerusakan yang ada, agar tidak merugikan masyarakat banyak. "Jangan sampai jatuh korban dulu baru diperbaiki. Jalan itu merupakan urat nadi perekonomian mas...

Pekerjaan Jalan Nasional Ende-Nangapanda Dikejar Rampung Akhir Januari Ini

Gambar
BARAK, (NTT)- PT Panji KSO PT Novita Karya Tiga terus mengejar penyelesaian progres fisik pekerjaan pada ruas jalan nasional Ende-Nangapanda. Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Wilhelmus Sugu Djawa mengkonfirmasi, masih ada beberapa item pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pelaksana. "Masih ada beberapa item yang perlu diselesaikan, seperti pemasangan batu mortal, u-dith, termasuk pemasangan beton 15 MPA serta bangunan penguat tebing," ujarnya dilansir globalflores, Rabu (08/01/2025) kemarin. Meski demikian, ia meyakinkan pekerjaan bisa dirampungkan pada akhir Januari 2025 ini, agar jalan bisa digunain dengan aman dan sukses oleh masyarakat pengendara. "Kami berharap semoga tidak ada hambatan, terutang cuaca ekstrem yang bisa menghambat proses pekerjaan, agar semuanya bisa rampung sesuai target," harapnya. Diketahui, pekerjaan ruas Ende-Nangapanda dikerjakan oleh PT Panji KSO PT Novita Karya Tiga senilai Rp 133,8 miliar.* (B...

BBPJN Sumsel Rampungkan Penanganan Jalan Lingkar Timur Prabumulih Sejak Desember Lalu

Gambar
BARAK, (Sumsel)- Sepanjang TA 2024 lalu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan kinerja terbaik. Salam satunya penuntasan penanganan jalan Lingkar Timur Kota Prabumulih yang berhasil diselesaikan sebelum arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 berlangsung. Penuntasan paket preservasi tahun jamak sepanjang 18,2 Km itu menjadi prestasi tersendiri bagi BBPJN Sumsel, lantaran jalan tersebut memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran arus perekonomian di pulau Sumatera, salah satunya menjadi jalur utama bagi kendaraan angkutan dari Kota Prabumulih menuju Muara Enim dan sebaliknya. Jalan Lingkar Timur Kota Prabumulih sendiri sebelumnya merupakan jalan Kota yang statusnya ditingkatkan menjadi jalan nasional, sehingga BBPJN Sumsel memiliki kewenangan penuh untuk meningkatkan kualitasnya, agar sesuai dengan standar jalan nasional. Setelah ditangani dengan baik, jalan yang semula hanya terdiri dari dua lajur, kini sudah dilebark...

Jalan Nasional Singaraja-Amlapura Ambles

Gambar
Menunggu Penanganan Dari PPK/Satker BARAK, (Bali)- Sejak Senin (06/01/2025), ruas jalan nasional Singaraja-Amlapura tepatnya disekitaran Banjar Dinas Antasari, Desa Pacung, Kec Tejakula, Buleleng, Bali, mengalami ambles. Ambles tersebut disinyalir akibat bocornya air dari saluran pipa air minum milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Kades Pacung, Gede Kardiana mengungkapkan, amblesnya jalan tersebut diketahui sekitar pukul 01:30 WITA, dengan dimensi kerusakan mencapai 18 meter. Pihak Desa telah melaporkan kejadian itu ke Dinas PUTR Buleleng dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali. "belum ada upaya penanganan dari pihak BBPJN Jatim-Bali sendiri, lantaran kerusakan bukan disebabkan bencana alam, melainkan karena kebocoran pipa air minum sejak lima hari yang lalu. Penanganan masih dalam pembahasan," katanya. Amblesnya jalan itu, lanjutnya, sangat membahayakan masyarakat pengendara, karena ruas Singaraja-Amlapura merupakan salah satu jalur utama di Ba...

PPK 2.2 PJN II Jatim Sudah Tiga Kali Tegur PT GFT Indonesia Investment

Gambar
BARAK, (Jatim)- Penggunaan jalan nasional Ngawi-Maospati yang tidak sesuai peruntukan oleh PT GFT Indonesia Investment rupanya sudah sejak lama menjadi perhatian PPK 2.2 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Timur (Jatim). "Setidaknya sudah tiga kali kami memberikan teguran secara tertulis kepada pihak PT GFT Indonesia Investment," ujar PPK 2.2 dalam keterangan resminya yang diperoleh barak-indo, Selasa (07/01/2025). Bukan hanya PPK, namun Satlantas Polres Ngawi juga melakukan hal yang sama. Dalam laporan pelaksanaan peninjauan bersama Forum Lalu Lintas di PT GFT Indonesia Investment pada Senin 06 Januari 2025 sejak pukul 09:00 hingga 11:00 WIB, peninjauan tersebut dilakukan bersama oleh Satlantas Polres Ngawi, Dishub Kabupaten Ngawi, Dinas PU Ngawi, Pol PP Ngawi, PPK 2.2 Satker PJN Wilayah II Jatim dan perwakilan PT GFT Indonesia Investment. Peninjauan bersama dilaksanakan setelah aparat terkait mendapatkan laporan dari masyarakat soal adanya kejadian ...

PT GFT Bahayakan Pengendara di Jalan Nasional Ngawi-Maospati

Gambar
BARAK, (Jatim)- Proses pembangunan pabrik milik PT GFT membawa petaka bagi masyarakat pengendara yang melintas di ruas jalan nasional Ngawi-Maospati. Lumpur dari kendaraan yang mengangkut material pembangunan pabrik berceceran disepanjang jalan utama, hingga menyebabkan kecelakaan beruntun. Parahnya lagi, lantaran tidak dibersihkan, lumpur itu membuat badan jalan menjadi sangat licin saat hujan, dan membuat jalan berdebu saat cuaca panas. Hal itu pun menuai reaksi dari warga dan masyarakat pengendara. Seperti diungkapkan Agung Purwikanto, salah seorang warga Desa Geneng. Ia menegaskan, aktivitas angkuh material pembangunan pabrik sudah sangat mengganggu masyarakat. Jalanan sejak dari SPBE Geneng hingga PT Dadi Mulyo Sejati menjadi sangat berbahaya. Kecelakaan pun terus terjadi, hanya dalam hitungan jam tidak kurang dari 10 kali yang rerata dialami pengendara roda dua. Ia menjelaskan, jika pemerintah tidak mengambil tindakan, maka ia bersama warga lainnya akan menggelar aksi demonstrasi...

Longsor Jalan Nasional di Padangpariaman Segera di Tangani

Gambar
BARAK, (Sumbar)- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan penanganan longsoran yang terjadi pada ruas jalan nasional disekitaran kawasan Malibo Anai Kabupaten Padangpariaman akan segera dilaksanakan pada TA 2025 ini. "Penanganan longsoran tersebut sudah terprogram di TA 2025 ini." Demikian diungkapkan Kepala BPJN Sumbar, Thabrani, kemarin. Untuk langkah pengamanan, pihaknya sudah memasang papan peringatan hingga safety line. "Meski demikian, pengendara tetap harus berhati-hati dan mematuhi rambu yang ada," ujarnya dilansir padek, Minggu (05/01/2025). Diketahui, longsor pada ruas jalan utama tersebut, nampak berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat pengendara, lantaran dimensi longsoran yang cukup luas. Para pengendara pun berharap pemerintah segera menanganinya, agar masyarakat tidak lagi merasakan was-was saat melintas dilokasi longsor.* (Barak)

Jalan Lingkar Selatan Kalteng Zero Lubang Sejak Sebelum Nataru

Gambar
BARAK, (Kalteng)- Jelang awal tahun 2025, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan trend kinerja yang baik. Hal itu ditunjukkan lewat penyiapan layanan infrastruktur jalan dan jembatan ini maksimal, dengan membuat jalur Lingkar Selatan Kalteng, baik dari Palangkaraya menuju Banjarmasin maupun sebaliknya zero lubang sejak sebelum memasuki musim mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kalteng, baik PPK 2.2 maupun 2.3, sama-sama menunjukkan kinerja terbaik terbaiknya. PPK 2.2 pada Satker PJN Wilayah II Kalteng, Achmad Heryadi dalam keterangan resminya yang diterima barak-indo, Jum'at (03/01/2025) mengungkapkan, pihaknya berusaha sebaik mungkin melakukan penanganan pada titik-titik yang berpotensi membahayakan masyarakat pengguna jalan. "Bukan hanya penyiapan Nataru, tapi sekaligus menyambut acara Haul Guru Sekumpul yang biasanya dihadiri oleh masyarakat dari berbagai daerah, baik Kali...

Jalan Nasional Rusak di Kalsel Ternyata Perlintasan Odol

Gambar
BARAK, (Kalsel)- Darurat kendaraan Over Dimension Over Load (Odol) semakin menunjukkan bukti yang kuat. Hal itu terlihat dari begitu besarnya dampak berupa kerusakan infrastruktur jalan/jembatan yang ditimbulkannya. Terkini, kerusakan jalan akibat kendaraan Odol terjadi pada ruas Simpang Empat Haruai-Tanjung-Mabuun-Dahai-Paringin-Jalan Lingkar Walangsi-Kandangan-Rantau hingga Desa Tungkap Batas Kabupaten Tapin. Satker/PPK pemilik ruas pun terus berupaya memperbaiki setiap kerusakan yang muncul, agar tidak membahayakan masyarakat pengguna jalan. PPK 2.4 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kalimantan Selatan (Kalsel), Irwan Syafei mengungkapkan, dalam beberapa hari belakangan ini pihaknya terus menambal lubang-lubang yang ada. "Rerata kerusakan baru muncul akibat dilintasi kendaraan Batu Bara, termasuk kendaraan Semencon. Kami gak pernah berhenti menambal lubang-lubang yang ada. Tapi tetap saja lubang bermunculan kembali, karena jalan masih dilintasi angkutan ber...

Warga Patungan Tambal Jalan Nasional di Kalsel

Gambar
BARAK, (Kalsel)- Ratusan warga yang tergabung dalam relawan BPK (Balakar 654 Murakata) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) perbaiki jalan nasional yang mengalami kerusakan cukup parah dengan cara swadaya. Perbaikan salah satunya dilakukan pada ruas jalan A Yani menggunakan material cor beton yang dibeli dengan dana patungan warga sendiri. Hernadi, Sekretaris Balakar 654 Murakata mengungkapkan, dirinya bersama warga menambal lubang mulai dari kawasan Durian Gantang hingga Pantai Hambawang, Tabudarat sampai kawasan perbatasan Kab HST - HSS (Pangambau). "Disepanjang jalan itu banyak lubang yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat pengendara, terutama pengendara roda dua," ujarnya dilansir, banjarmasinpost, Kamis (02/01/2025) kemarin. Ia menjelaskan, gotong-royong diadakan lantaran warga prihatin mendapati begitu banyak lubang berbagai ukuran bertebaran, termasuk oprit jembatan disekitaran Pantai Hambawang yang berlubang cukup be...

Jalan Aspalnya Cepat Rusak di Tarakan Bukan Jalan Nasional

Gambar
BARAK, (Kaltara)- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara) lewat Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kaltara langsung merespon informasi adanya ruas jalan nasional yang disebut aspalnya hancur setelah beberapa bulan di aspal. Kepala Satker PJN Wilayah I Kaltara, Javid, dalam keterangannya kepada barak-indo mengungkapkan, jika jalan yang yang disebut rusak dalam hitungan bulan tersebut merupakan jalan milik daerah. "Jalan nasional di Kota Tarakan itu hanya sekitar 20 Km, dan yang masih perlu penanganan serius hanyalah ruas Aki Balak. Sementara yang lainnya dalam kondisi mantap," ujarnya, Kamis (02/01/2025). Ruas Aki Balak pun, lanjutnya, masih memerlukan penanganan lantaran baru pada akhir 2023 ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional. "Sebelumnya itu ruas milik daerah (Kota Tarakan). Makanya baru bisa kami ajukan anggarannya pada TA 2024 kemarin. Dan RDP beberapa waktu lalu itu pun membahas soal penanganan jalan Aki Balak, kar...

Legislator: Baru Diaspal, Jalan Nasional di Tarakan Hancur Lagi

Gambar
BARAK, (Kaltara)- Legislator meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara) dan jajaran memperhatikan kualitas jalan nasional di Kota Tarakan. Pasalnya, jalan di kota sekecil itu masih banyak ditemukan dalam keadaan rusak, bahkan parahnya lagi, ada beberapa ruas jalan nasional yang baru di aspal sudah hancur kembali. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Dapot Sinaga, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak BPJN Kaltara di gedung DPRD Kota Tarakan meminta persoalan jalan rusak serius diperhatikan. Menurutnya, untuk daerah seperti Kota Tarakan, semestinya bisa memiliki jalan nasional yang berkualitas baik. Tapi selama ini masih ada beberapa jalan nasional yang berlubang, bahkan sampai ambles. "Ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Balai dan jajaran, agar lebih memperhatikan kualitas jalan nasional di Kota Tarakan. Untuk kota sekecil ini, mestinya sudah bisa memiliki jalan nasional yang berkualitas," ujarnya seperti dilansir fokusborneo, Se...